RSS Feed

Category Archives: Knowledge

Evaluasi Kurikulum : Suatu Miskonsepsi Interpretasi

Posted on

Evaluasi dan Evaluasi Kurikulum : Suatu Miskonsepsi Interpretasi

Oleh Muhamad Imam Mutaqin

 © Copyright 2010 CorbisCorporation

Evaluasi merupakan kata yang bagi para siswa seringkali diindentikkan dengan nilai mata pelajaran, karena kurangnya pemahaman yang benar terhadap makna dari evaluasi sendiri. Terlebih lagi karena kesan yang dirasakan memang bukanlah kesan yang seharusnya dialami, melainkan mereka menerimanya sebagai suatu acuan keberhasilan diri yang mau tidak mau mereka harus berhasil dikarenakan hal tersebut akan memberikan status dan pandangan tertentu dari lingkungan sosial ataupun keluarganya yang baik atau tidaknya ditentukan dari bagus atau jeleknya pencapaian nilai siswa yang bersangkutan.

Evaluasi sendiri didefinisikan dari segi istilah menurut Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977) sebagai Evaluation refer to the act or process to determining the value of something”.  Namun yang harus diperhatikan disini adalah kata “nilai” itu sendiri, yang mana tentu saja bagus atau tidaknya nilai dari sesuatu yang dievaluasi itu sangat ditentukan oleh penyusunan evaluasi oleh para evaluator, sehingga ketika terjadi hasil yang kurang memuaskan di dalam suatu evaluasi, yang sebenarnya perlu dibenahi adalah proses evaluasinya yang berujung pada bagaimana para evaluator menyusun evaluasinya sebaik mungkin, ditambah pembenahan metode yang dilakukan untuk melangsungkan pembelajaran yang efektif, bukan malah siswa yang bertindak sebagai objek yang disalahkan atas hasil evaluasi yang kurang memuaskan.

Dalam konteks kurikulum, evaluasi pengembangan kurikulum memiliki arti yang sangat luas dari sekedar evaluasi yang dilakukan dalam skala kelas yang mana tanggung jawab akan keberhasilan kurikulum inipun menjadi tidak hanya tanggung jawab para pengambil kebijakan kurikulum ataupun guru, melainkan siswa itu sendiri memiliki tanggung jawab. Dalam artian bahwa guru harus membimbing para siswa agar mereka memiliki kesadaran akan pentingnya evaluasi bagi proses pembelajaran yang baik, sehingga evaluasi tidak akan dipandang sebagai suatu beban yang bisa mengganggu keadaan psikologis mereka yang masih rentan karena terjadinya proses evaluasi diri yang dibimbing oleh guru.

Evaluasi pengembangan kurikulum merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum. Berdasarkan hal tersebut, evaluasi pengembangan kurikulum menjadi suatu hal yang penting karena merupakan alat untuk meninjau sejauh mana keberhasilan suatu kurikulum yang diterapkan. Karena perlu diakui bahwa penyusunan kurikulum itu sangat krusial, dimana ia dapat menentukan baik atau tidaknya pendidikan di suatu negara. Dari pembahasan akan pentingnya evaluasi dalam rangka mengembangkan kurikulum, maka terlahirlah model-model evaluasi kurikulum yang mana penulis sendiri berpendapat bahwa yang paling fundamental adalah model evaluasi kurikulum CIPP (content, Input, Process and Product)  karena menurut penulis sendiri model evaluasi ini penulis pandang lebih luas namun tetap sederhana dan jelas aspek-aspek yang dievaluasinya, sehingga hasil evaluas secara keseluruhannya pun dapat memberikan gambaran yang lebih gamblang tentang suatu kurikulum yang sedang dievaluasi, namun tentunya penulis tidak menampik bahwa model tersebut akan lebih baik lagi jika diintegrasikan dengan model-model evaluasi kurikulum yang lainnya, seperti model provus yang jauh lebih spesifik dan model taksonomi yang lebih ditujukan untuk mengevaluasi pembelajaran

Dari pendapat tersebut, evaluasi dalam konteks pengembangan kurikulum jelas merupakan hal yang perlu mendapat perhatian yang lebih dikarenakan evaluasi sendiri berhubungan dengan nilai dari suatu kurikulum, memberikan deskripsi analisis mengenai kekurangan dan keberhasilan dari suatu kurikulum yang merupakan jalan untuk melakukan perbaikan untuk menyempurnakan kurikulum yang ada. Penanganan yang serius dari para evaluator dan koordinasinya dengan para praktisi pendidikan sampai ke peserta didik pun mutlak dibutuhkan karena evaluasi kurikulum sendiri merupakan hal yang sangat luas cakupannya sehingga banyak pihak yang terlibat yang harus memaknai akan pentingnya evaluasi kurikulum, sehingga evaluasi yang dilakukan bisa meningkatkan aspek validitas (kesahihan), reliabilitas (keterandalan), signifikansi (keterpercayaan), dan objektifitas yang berujung pada proses penyempurnaan kurikulum yang baik dan tujuan pendidikan sendiri bisa tercapai.

Referensi :

Buku:

Tim Dosen Pengembang Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: FIP.

Internet:

Hasan, Said Hamid, Prof. Dr. (2010). Evaluasi Pengembangan KTSP Suatu Kajian Konseptual. Online [Tersedia : http://hipkin.or.id/evaluasi-pengembangan-ktsp-suatu-kajian-konseptual/ (3 Maret 2013)]

Toha, Muhamad. (2010). Model-model Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia: http://tohacenter.blogspot.com/2010/10/model-model-monitoring-dan-evaluasi.html (3 Maret 2013)]

Yafrianti, Fitri. (2012). Evaluasi Pendidikan: Evaluasi Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia : http://sakura-ilmi.blogspot.com/2012/03/evaluasi-pendidikan-evaluasi.html  (3 Maret 2013)]

Landasan Pengembangan Kurikulum

Posted on

Suatu pohon butuh akar agar bisa berdiri kokoh, bangunan butuh fondasi dan struktur yang baik agar mampu bertahan melawan tiupan angin dan cuaca buruk, manusia sendiri butuh landasan-landasan yang kuat berupa ilmu yang berguna, dasar iman yang benar dan juga sikap mental yang kuat agar bisa tumbuh menjadi manusia yang berguna. Demikian juga kurikulum, kurikulum sebagai sentral pendidikan harus mempunyai landasan yang baik untuk bisa mengembangkan kurikulum ke arah yang lebih lagi sehingga tercapailah tujuan dari pendidikan itu sendiri.

Nah, jadi sekarang sudah jelaskan arah pembicaraan dari artikel ini menuju kemana? Ya, artikel ini insyaAllah akan membahas landasan pengembangan kurikulum yang tentu saja ditulis berdasarkan segala keterbatasan pengetahuan saya yang tak luput dari kesalahan, saya hanya ingin berbagi pengetahuan agar apa yang saya dan pembaca ketahui bisa berkembang ke arah yang lebih luas lagi. Landasan pengembangan kurikulum sendiri menurut buku kurikulum dan pembelajaran yang ditulis oleh Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran adalah “suatu gagasan, suatu asumsi atau prinsip yang menjadi sandaran atau titik tolak dalam mengembangkan kurikulum”. Nah dari pengertian itu, ada kata-kata “sandaran” yang juga berarti topangan, acuan atau dasar. Lalu jika demikian, apa kaitannya dengan kurikulum? Apa saja yang menjadi sandaran dari kurikulum?

Sistem kurikulum itu terdiri atas empat komponen, yaitu komponen tujuan, isi/materi, proses pembelajaran, dan komponen evaluasi. Secara umum dapat disimpulkan bahwa landasan pokok dalam pengembangan kurikulum yang menopang keempat komponen sistem kurikulum tersebut adalah landasan filosofis, landasan psikologis, landasan sosiologis, dan landasan ilmu pengetahuan dan teknologi.

1. Landasan Filosofis

Filsafat berasal dari kata Yunani kuno, yaitu dari kata “Philos” dan “Sophia”. Philos, artinya cinta yang mendalam¸dan Sophia adalah kearifan atau kebijaksanaan. Tujuan pendidikan harus mengandung ketiga hal, yaitu autonomi yang berarti memberi pengetahuan, kesadaran dan kemampuan yang sama kepada setiap individu dan kelompok, equity yang berarti pendidikan dapat diikuti oleh setiap lapisan masyarakat dan survival yang berarti pendidikan bukan saja harus dapat menjamin terjadinya pewarisan dan memperkaya kebudayaan dari generasi ke generasi akan tetapi juga harus memberikan pemahaman akan saling ketergantungan antara manusia.

2. Landasan Psikologis

Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.

3. Landasan Sosiologis

Tempat mengayom pendidikan atau sekolah, dibuat agar anak-anak bisa belajar dasar-dasar kehidupan, khususnya bagaimana cara mereka berhubungan dalam kehidupannya di masyarakat. Dalam landasan sosiologis, sekolah bukan hanya berfungsi untuk mewariskan kebudayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat, akan tetapi juga sekolah berfumngsi untuk mempersiapkan anak didik falam kehidupan masyarakat.

4. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Oleh karena itu, kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia.

Secara umum, keempat landasan diataslah yang harus diperhatikan benar-benar apakah sudah menjadi acuan dari tiap-tiap komponen pendidikan atau belum. Jika belum, sudah tentu perlu dilaksanakan sehingga bisa dilihat hasilnya yang insyaAllah seperti yang diharapkan, yakni pendidikan di negara kita tercinta, Indonesia bisa sejajar atau bahkan melampaui pendidikan di negara-negara lainnya.

Referensi :

Tim Dosen Pengembang Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: FIP.

Muhtar, Zulkifli. (2011). Makalah Landasan Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia] : http://blogzulkifli.wordpress.com/2011/06/06/makalah-landasan-pengembangan-kurikulum/ [13 Februari 2012]

Sudrajat, Akhmad. (2008). Landasan Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia] : http:// http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/22/landasan-kurikulum/ [13 Februari 2012]

Rohman, Ainur. (2012). Landasan Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia] : hhttp:// http://inong46.blogspot.com/2012/04/landasan-pengembangan-kurikulum.html [13 Februari 2012]

Konsep Kurikulum

Posted on

Tak kenal maka ta’aruf, sebelum membahas tentang konsep kurikulum, alangkah baiknya kita mengenal terlebih dahulu pengertian dari kurikulum itu sendiri, sehingga pengetahuan kita bisa lebih terstruktur dan sistematis.

ilustrasi buku

Kurikulum di dunia pendidikan bisa diibaratkan bagaikan suatu blueprint dari suatu bangunan yang merepresentasikan pendidikan. Kokoh atau tidaknya, indah atau jeleknya ataupun nyaman atau tidaknya suatu bangunan tentu ditentukan dari rancang awal bangunan tersebut, oleh karena itu perhitungan-perhitungan untuk memperkirakan berapa jumlah bahan yang diperlukan harus  pasti dan benar, pengawasannya harus ketat agar memang berjalan sebagaimana mestinya dan yang juga tak kalah penting adalah pemeliharaannya agar bangunan tetap senantiasa kokoh. Kurikulum juga demikian, baik atau tidaknya pendidikan ditentukan dari baik atau tidaknya penyusunan kurikulum. Oleh karena itulah seringkalai banyak orang menyebutkan bahwa kurikulum itu merupakan sentral dari pendidikan.

images (1)Secara estimologi, kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan (wikipedia). Adapun pendapat para ahli antara lain Finch dan Crunkilton menjelaskan kurikulum sebagai “semua pengalaman kegiatan belajar seorang siswa di bawah arahan sekolah”, adapun Schubert berpendapat bahwa “kurikulum sebagai mata pelajaran, muatan hasil belajar, adanya unsur reproduksi kebudayaan dan pembangunan sosial, serta pentingnya kecakapan hidup”, sedangkan menurut Mars dan Wilis kurikulum merupakan “pengalaman di kelas yang direncanakan dan ditetapkan oleh guru dan juga dipelajari oleh siswa”. Jadi, tentu saja kurikulum sebagai komponen penting dalam pembelajaran itu harus memiliki tujuan dan sasaran yang akan dicapai, seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran, bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar, dan akhirnya evaluasi hasil belajar.


Untuk memahami konsep kurikulum lebih jauh lagi, khususnya agar kurikulum bisa disusun dengan baik mari kita lihat model pengembangan dari Ralph Tyler yang mengemukakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apakah perjalanan itu penting (diperlukan)?
  2. Kemana kita akan pergi (tujuan dan sasaran)?
  3. Jalan apakah yang diambil (model subyek)?
  4. Kendaraan apakah yang dinaiki (isi/materi)?
  5. Bagaimanakah cara mengendarai kendaraan tersebut (pendekatan terhadap proses belajar)?
  6. Jenis peta manakah yang akan kita gunakan (teknologi pendidikan)?
  7. Siapa sajakah teman seperjalanan kita (bidang-bidang ilmu lain dari kurikulum)?
  8. Bagaimana kita dapat menyatakan bahwa kita berada pada jalur yang benar (evaluasi)?
  9. Bagaimanakah kita manyatakan apakah kita telah sampai (assesment)?
  10. Bagaimanakah kita memberitahukan kepada orang lain (disseminate)?
  11. Kesalahan-kesalahan apakah yang kita lakukan dalam perjalanan (umpan balik)?

Sukmadinata dalam Dede Rosyada mengemukakan beberapa prinsip kurikulum, diantaranya:

  1. Kurikulum sebagai substansi, yakni rencana kegiatan belajar para siswa di sekolah, mencakup rumusan-rumusan tujuan, bahan ajar, proses kegiatan pembelajaran, jadwal, dan hasil evaluasi belajar. Kurikulum tersebut merupakan konsep yang telah disusun oleh para ahli dan disepakati oleh para pengambil kebijakan pendidikan serta oleh masyarakat sebagai bagian dari hasil pendidikan;
  2. Kurikulum sebagai sebuah sistem, yakni merupakan rangkaian konsep tentang berbagai kegiatan pembelajaran yang masing-masing unit kegiatan memiliki keterkaitan secara koheren dengan lainnya. Kurikulum itu sendiri memiliki korelasi dengan semua unsur dalam sistem pendidikan secara keseluruhan;
  3. kurikulum merupakan sebuah konsep yang dinamis, terbuka, dan membuka diri terhadap berbagai gagasan perubahan serta penyesuaian dengan tuntutan pasar atau tuntutan idealisme pengembangan peradaban umat manusia.

Adapun faktor-faktor lainnya yang harus diperhatikan dalam penyusunan suatu kurikulum, ialah:

  1. Tujuan pendidikan nasional, dijabarkan menjadi tujuan-tujuan institusional, dirinci menjadi tujuan kurikuler, dirumuskan menjadi tujuan-tujuan instruksional (umum dan khusus), yang mendasari perencanaan pengajaran.
  2. Perkembangan peserta didik merupakan landasan psikologis yang mencakup psikologi perkembangan dan psikologi belajar;
  3. Mengacu pada landasan sosiologis dibarengi oleh landasan kultur ekologis.
  4. Kebutuhan pembangunan nasional yang mencakup pengembangan SDM dan pembangunan semua sektor ekonomi.
  5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta budaya bangsa dengan multi dimensionalnya.
  6.  Jenis dan jenjang pendidikan yang dikelompokkan sesuai dengan sifat dan kekhususan tujuannya.

Dari berbagai definisi dan konsep yang telah dikemukakan, dapat dilihat bahwa kurikulum merupakan suatu proses yang dinamik dan sistematis. Untuk melakukan perubahan yang lebih baik dan bersifat positif maka penyusunan kurikulum harus terarah, terencana, terintegrasi dan progresif karena dengan cara inilah kurikulum bisa berkembang.

Referensi:

Acantilano Arboleda, Arliana. (2010). Curriculum: Concept Nature and Purpose. [Online]. Tersedia: http://www.slideshare.net/arlianaacantiladoarboleda/curriculum-concepts-nature-and-purposes [7 Februari 2013]

Anonim. (2013). Curriculum. [Online]. Tersedia:  http://en.wikipedia.org/wiki/Curriculum#Core_curriculum [7 Februari 2013]

Anonim. (2012). Kurikulum. [Online]. Tersedia:  http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum [7 Februari 2013]

Anonim. (-). The Concept of Curriculum. [Online]. Tersedia:  http://www.lotsofessays.com/viewpaper/1689274.html [7 Februari 2013]

Ardiansyah, Asrori. (2013). Pengertian dan Konsep Kurikulum. [Online]. Tersedia: http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/pengertian-dan-konsep-kurikulum.html [7 Februari 2013]

Vidi. (2011). Pendekatan dan Model Pengembangan Kurikulum. [Online]. Tersedia: http://vidicintailmu.blogspot.com/2012/04/pendekatan-dan-model-pengembangan.html [7 Februari 2013]

SNMPTN, SBMPTN dan UM 2013

Posted on

Well, sebagai mahasiswa yang masih ingin menjadi mahasiswa baru gw jg orang yang concern tentang hal ini dan selalu kepo in setiap berita tentang SNMPTN 2013 selain para anak SMA yang menggalau ria. Berikut hasil investigasi gw tentang SNMPTN 2013 dkk.

Pencarian gw selama beberapa hari ini ternyata berbuahkan hasil, SNMPTN 2013 sudah resmi mekanismenya hanya via nilai rapot dan UN dan untuk biaya daftarnya sendiri gretong bro, bisa dicek beritanya di sini dan di sini. Buat mekanismenya sendiri bisa liat di situs resmi SNMPTN 2013, snmptn.ac.id. Nah, kalo gitu berarti kesempatan masuk PTN semakin kecil dong?? terus alumni gimana?? kalem bro, tenang aja gw belum selesai ngomong cuy. Ternyata karena alasan ini, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) sepakat, akan mengadakan ujian tulis mandiri bersama, setelah periode seleksi usai buat beritanya bisa diliat disini. Trus gimana dong soal biayanya? biasanya kan lebih mahal? Well emang sih dari segi biaya yang namanya Ujian Mandiri itu biasanya jauh lebih mahal, tapi semua itu tergantung kebijakan masing-masing PTN dan banyak-banyak do’a aja supaya berapapun biayanya, kita mampu masuk dan bayar biaya daftarnya 🙂 OPTIMIS!

Belum cukup sampai disitu, selain dua jalan tersebut ada pula yang namanya SBMPTN, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri. Yang ini kalo kata gw bisa dibilang SNMPTN tulisnya tahun 2013, cuma namanya diganti jadi SBMPTN karena alasan UU 12/2012 tentang PT mengatur seleksi yang bersifat nasional harus gratis karena ditanggung pemerintah beritanya bisa dilihat disini, mengenai mekanismenya sendiri masih dibahas oleh panitia pusat dan lokal SNMPTN. Jadi jalur penerimaan mahasiswa baru bisa dibagankan sebagai berikut:

Pola penerimaan mahasiswa baru PTN 2013

Semoga post ini bisa membantu 🙂 Semangat buat cari info terus, belajar dan berdo’a! 😀

Brain, the Amazing Thinking Machine

Posted on

Terkadang, sesuatu yang bahkan tak ada hubungannya sama sekali dengan sesuatu yang lainnya justru mempunyai alasan yang kuat untuk bisa mengetahui lebih banyak, lebih baik dan lebih dalam akan hal yang lainnya tersebut.

Otak kita, pikiran kita, cara pikir kita merupakan sesuatu yang sangat luar biasa yang telah kita punyai dari kita lahir sampai saat ini. Ia memiliki kemampuan yang kita tak sadari bisa menguasai dunia, sebenarnya itu semua tergantung dari seberapa besar kita menghargai otak kita. Belajar, berlatih adalah salah satu cara kita menghargai otak ini, bukan dibiarkan begitu saja dengan anggapan agar otak itu bisa tetap bersih dan utuh. Itu bodoh namanya, dan saya mungkin salah satu dari orang bodoh itu.

Sebenarnya semua teknologi yang kita miliki sekarang, semua kemudahan yang bisa kita dapatkan secara tidak langsung merupakan penghalang terbesar bagi kita untuk bisa “memanjakan” otak kita dan bermain-main hanya berdua dengannya dengan media buku atau referensi lain yang bisa dipercaya, jika perlu bahkan menikah dengannya, lol.

Dangerous of Caffeine, Caffeine Fact

Posted on

( sorry for the bad english before 🙂 )

Well, what are you imagine if you heard “caffeine”? Coffee? Tea? If that was what are you imagine, then same with me here, which is mean we just the same dummy with the word caffeine. Luckly… intentionally, I’ve read some articles about caffeine (Thanks to Miss Google…!), Ok, so far these what I got…

Fact#1
ACtually, beside coffee and tea, caffeine also contained in the energy drinks and also some drugs which have effect to boost our brain work and the biggest amount is in the pour coffee also in espresso with the amount of approximately more than 100 mg/8oz and 2oz.

Fact#2
Caffeine can make us stay wake up all night long because caffeine work with boosting our brain and hear, specifically there’s usually this hormone called adenonine which has function to obstruct our brain work, but when consume caffeine then this hormone become non-active and then our brain release the hormone called epinefrine which can raise our heartbeat, which is mean… our blood pressure also raise, supply of blood and oxygen will also raises too.

So, shortly caffeine has that kind of effect beacause our brain and heart is forced to work optimal.

Fact#3
Caffeine has claimed dangerous for some animals like bird, dog and spider. Research show an interesting result when the spider fed by caffeine and others drugs, their webs become somehow has a differsnt form than usual, here’s their webs

Fact#4
When we used to be usual to consume caffeine, slowly our body will adapted with the caffeine, it will be a new normal for our body to optimalized the brain and heart work. Then, if we stop consuming caffeine, there will be a sudden decrease to our blood pressure whice will make us have some migrain.

Fact#5
If we consume caffeine approximately 250mg/day, we’ll feel some effect like insomnia (FYI, amount of caffeine in the kind of drinks i mentioned before is for about 100 mg/serve). Moreover, if we consume caffeine more than 1 g in a day (remember, I said gram, not miligram anymore which is 1 g = 1000 mg) we’ll have more extreme effect like stiff, heartbeat disruption and some of psycomotor indication.

Well… that’s what I know, wish it helpful! 😀

Blogging, more than social networking.

Posted on

Sharing! That was what I know a blog for, but the more important is that we can share everything. I mean… it’s not just we say hi or inform people about what are we doing like in facebook, twitter or the others social networking, it’s totally different! In my opinion, blog is for posting something “unusual” where we can get something after we visit someone’s blog, cause it’smore than words :D. That beautiful impression or even boring feeling actually can make us somehow happy, believe it or not.

In blog, we really can discuss something more important, more serious thing to discuss with. There are several reason, the first is because we share what we wrote to all people around the world. Then, the reader is usually a blogger too which is mean that we also can visit their blog and get more knowledge too :).

The content itself isn’t very important in the beginning, the important thing is that you get that motivation to keep blogging, share what you think, share your ideas, share what you feel. Then, slowly every post that we made will actually make us a good writer.

Visitor, comment and like in our blog is more than just words. I’m sure you knew that kind of feeling when the others appreciate our work, even it’s just one like, I think it’s one of the best feeling ever (moreover for a newbie like me 😀 ). For me, blogging is one of the best way to share ideas! 😀

Happy blogging!

Hi.Story of My Life

Bahagia itu sederhana

Alyyanet's Blog

Only Read Unique Story

agamajinasi

mencoba terbang meski terikat

poetryblogofmine

A topnotch WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

ISLAND IN THE SUN!

survival and catching dreams!

Alfira Fitrananda

to infinity and beyond

The notes of life :)

I have an idea about what I'm doing!

Viracanya's e-diary

Bontang. Groningen. Bandung. Jakarta. Den Haag.

KutuBacaBuku

aku adalah seekor kutu tanpa kacamata

Readers Cafe

Culture, Life, Languages, Travel and much more!

a creation by a jundullah

Ilmu yang Bermanfaat, Salah Satu Amal yang Tidak akan Pernah Terputus