RSS Feed

Model Pengembangan dan Organisasi Kurikulum

Posted on

Model dan Organisasian Pengembangan Kurikulum

Oleh Muhamad Imam Mutaqin (1100694)

Semakin cepatnya pentransferan informasi, semakin mudahnya pengaksesan ilmu pengetahuan dan juga semakin beragamnya pengetahuan itu sendiri merupakan sebagian kecil dampak dari pesatnya perkembangan teknologi. Seiring dengan itu, tingkat intelegensia manusia juga mengalami perkembangan yang bertahap. Ilmu pengetahuan yang makin terdiversifikasi di era sekarang ini merupakan bentuk manifestasi nyata dari perkembangan zaman dan teknologi yang  telah, sedang dan tentunya akan terus terjadi sepanjang manusia hidup di dunia. Kurikulum yang pada dasarnya dapat terlahir dikarenakan pemikiran manusia itu sendiri juga merupakan salah satu bagian kecil dari ilmu pengetahuan yang mana didalamnya terjadi berbagai perbaruan-perbaruan dan juga banyak sekali pendapat-pendapat, pemikiran-pemikiran terkait dengan cara agar kurikulum itu bisa dikembangkan secara baik dan efektif. Berbagai pemikiran-pemikiran mengenai cara suatu cara, suatu proses atau suatu prosedur tentang bagaimana seharusnya kurikulum itu dikembangkan agar bisa menciptakan kurikulum yang baik dapat kita sebut sebagai suatu model.

Dalam perkembangannya, model-model kurikulum sendiri terbagi menjadi jenis yang lebih beragam, sebagian diantaranya yaitu model Ralph Tyler, model administratif, model grass roots, model demonstrasi, model taba dan juga model beauchamp. Berikut ini akan dijelaskan secara umum mengenai model-model tersebut.

1. Model Ralph Tyler

Tyler mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan suatu kurikulum, perlu menempatkan empat pertanyaan berikut :

  1. What educational purpose should the school seek to attain? (objectives
  2. What educational experiences are likely to aatain these objectives? (instructional strategic and content)
  3. How can these educational experiences be organized effectively? (organizing learning experiences)
  4. How can we determine whether these purposes are being attain? (identifikasi dan evaluasi)

2. Model Administratif

Menurut Sanjaya (2010:78) proses pengembangan kurikulum model administratif dilakukan dengan empat langkah, yaitu sebagai berikut.

a. Langkah pertama, dimulai dari pembentukan tim pengarah oleh pejabat pendidikan.

b. Langkah kedua, menyusun tim atau kelompok kerja untuk menjabarkan kebijakan atau rumusan-rumusan yang telah disusun oleh tim pengarah.

c. Langkah ketiga, apabila kurikulum telah selesai disusun, selanjutnya hasilnya diserahkan kepada tim perumus untuk dikaji dan diberi catatan-catatan atau direvisi.

d. Langkah keempat, para administrator selanjutnya memerintahkan kepada setiap sekolah untuk mengimplementasikan kurikulum yang telah tersusun itu.

3. Model Grass-Root

Model grass-Root ini didasarkan atas empat prinsip yang dikemukakan oleh Smith, Stanley, dan Shores dalam Arifin (2012:139), yaitu:

a) Kurikulum bertambah baik jika kemampuan profesional guru bertambah baik.

b) Kompetensi guru akan bertambah baik jika guru terlibat secara pribadi di dalam merevisi kurikulm.

c) Jika guru terlibat dalam merumuskan tujuan yang ingin dicapai, menyeleksi, mendefinisikan dan memecahkan masalah, mengevaluasi hasil, maka hasil pengembangan kurikulum akan lebih bermakna.

d) Hendaknya diantara guru-guru terjadi kontak langsung sehingga mereka dapat saling memahami dan mencapai suatu konsensus tentang prinsip-prinsip dasar, tujuan, dan rencana.

4. Model Beauchamp

Model ini dikemukakan oleh G.A. Beauchamp seorang ahli kurikulum. Beauchamp mengemukakan lima langkah proses pengembangan kurikulum seperti yang dikutip oleh Sanjaya (2010:91) sebagai berikut.

(1) Menetapkan wilayah atau arena yang akan dicakup oleh kurikulum tersebut.

(2) Menetapkan orang-orang yang akan terlibat dalam proses pengembangan kurikulum.

(3) Menetapkan prosedur yang akan ditempuh. Langkah ini berkenaan dengan prosedur yang harus ditempuh dalam merumuskan tujuan umum dan tujuan yang lebih khusus, memilih isi dan pengalaman belajar, serta kegiatan evaluasi, dan dalam menentukan keseluruhan desain kurikulum.

(4) Implementasi kurikulum.

(5) Melaksanakan evaluasi kurikulum yang menyangkut: evaluasi terhadapa pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru di sekolah, evaluasi terhadap desain kurikulum, evaluasi keberhasilan anak didik, dan evaluasi sitem kurikulum.

Organisasi Kurikulum: Tinjauan Singkat

S. Nasution (1989: 80) menyebutkan dilihat dari organisasi kurikulum terdapat tiga tipe atau bentuk kurikulum, yakni: (1) Separated Subject Curriculum; (2) Correlated Curriculum; (3) Integrated Curriculum. Sebenarnya pemisahan tersebut lebih bersifat teoritis, karena pada kenyataannya tidak ada kurikulum yang secara mutlak mendasarkan pada salah satu bentuk saja tanpa mengaitkannya dengan yang lain. Berikut uraian dari organisasi kurikulum:

a. Separated Subject Curriculum

Pada bentuk ini, bahan dikelompokkan pada mata pelajaran yang terpisah dan tidak mempunyai kaitan sama sekali. Sehingga banyak jenis mata pelajaran menjadi sempit ruang lingkupnya.

b. Correlated Curriculum

Correlated curriculum adalah bentuk kurikulum yang menunjukkan adanya suatu hubungan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, tetapi tetap memperhatikan karakteristik tiap mata pelajaran tersebut.

c. Integrated Curriculum

Dalam integrated curriculum mata pelajaran dipusatkan pada suatu masalah atau unit tertentu. Dengan adanya kebulatan bahan pelajaran diharapkan dapat terbentuk kebulatan pribadi peserta didik yang sesuai dengan lingkungan masyarakatnya.

Referensi :

  • Buku:

Tim Dosen Pengembang Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: FIP.

  • Internet:

Ardiansyah, Asrori. (2013).  Organisasi Kurikulum. Online [Tersedia : http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/organisasi-kurikulum.html (7 Maret 2013)]

Ema. (2012).  Model-model Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia : http://emahannasijada.blogspot.com/2012/11/model-model-pengembangan-kurikulum.html (7 Maret 2013)]

Nef, Fendik. (2011).  Model-model Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia : http://www.imadiklus.com/2011/12/model-model-pengembangan-kurikulum.html  (7 Maret 2013)]

About M.I.M

Man... he's wanna be the #1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hi.Story of My Life

Bahagia itu sederhana

Alyyanet's Blog

Only Read Unique Story

agamajinasi

mencoba terbang meski terikat

poetryblogofmine

A topnotch WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

ISLAND IN THE SUN!

survival and catching dreams!

Alfira Fitrananda

to infinity and beyond

The notes of life :)

I have an idea about what I'm doing!

Viracanya's e-diary

Bontang. Groningen. Bandung. Jakarta. Den Haag.

KutuBacaBuku

aku adalah seekor kutu tanpa kacamata

ilma ilmi apriliani

The Twins Blog

Readers Cafe

Culture, Life, Languages, Travel and much more!

a creation by a jundullah

Ilmu yang Bermanfaat, Salah Satu Amal yang Tidak akan Pernah Terputus

%d bloggers like this: