RSS Feed

Evaluasi Kurikulum : Suatu Miskonsepsi Interpretasi

Posted on

Evaluasi dan Evaluasi Kurikulum : Suatu Miskonsepsi Interpretasi

Oleh Muhamad Imam Mutaqin

 © Copyright 2010 CorbisCorporation

Evaluasi merupakan kata yang bagi para siswa seringkali diindentikkan dengan nilai mata pelajaran, karena kurangnya pemahaman yang benar terhadap makna dari evaluasi sendiri. Terlebih lagi karena kesan yang dirasakan memang bukanlah kesan yang seharusnya dialami, melainkan mereka menerimanya sebagai suatu acuan keberhasilan diri yang mau tidak mau mereka harus berhasil dikarenakan hal tersebut akan memberikan status dan pandangan tertentu dari lingkungan sosial ataupun keluarganya yang baik atau tidaknya ditentukan dari bagus atau jeleknya pencapaian nilai siswa yang bersangkutan.

Evaluasi sendiri didefinisikan dari segi istilah menurut Edwind Wandt dan Gerald W. Brown (1977) sebagai Evaluation refer to the act or process to determining the value of something”.  Namun yang harus diperhatikan disini adalah kata “nilai” itu sendiri, yang mana tentu saja bagus atau tidaknya nilai dari sesuatu yang dievaluasi itu sangat ditentukan oleh penyusunan evaluasi oleh para evaluator, sehingga ketika terjadi hasil yang kurang memuaskan di dalam suatu evaluasi, yang sebenarnya perlu dibenahi adalah proses evaluasinya yang berujung pada bagaimana para evaluator menyusun evaluasinya sebaik mungkin, ditambah pembenahan metode yang dilakukan untuk melangsungkan pembelajaran yang efektif, bukan malah siswa yang bertindak sebagai objek yang disalahkan atas hasil evaluasi yang kurang memuaskan.

Dalam konteks kurikulum, evaluasi pengembangan kurikulum memiliki arti yang sangat luas dari sekedar evaluasi yang dilakukan dalam skala kelas yang mana tanggung jawab akan keberhasilan kurikulum inipun menjadi tidak hanya tanggung jawab para pengambil kebijakan kurikulum ataupun guru, melainkan siswa itu sendiri memiliki tanggung jawab. Dalam artian bahwa guru harus membimbing para siswa agar mereka memiliki kesadaran akan pentingnya evaluasi bagi proses pembelajaran yang baik, sehingga evaluasi tidak akan dipandang sebagai suatu beban yang bisa mengganggu keadaan psikologis mereka yang masih rentan karena terjadinya proses evaluasi diri yang dibimbing oleh guru.

Evaluasi pengembangan kurikulum merupakan akar dari pembenahan yang positif dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu kurikulum. Berdasarkan hal tersebut, evaluasi pengembangan kurikulum menjadi suatu hal yang penting karena merupakan alat untuk meninjau sejauh mana keberhasilan suatu kurikulum yang diterapkan. Karena perlu diakui bahwa penyusunan kurikulum itu sangat krusial, dimana ia dapat menentukan baik atau tidaknya pendidikan di suatu negara. Dari pembahasan akan pentingnya evaluasi dalam rangka mengembangkan kurikulum, maka terlahirlah model-model evaluasi kurikulum yang mana penulis sendiri berpendapat bahwa yang paling fundamental adalah model evaluasi kurikulum CIPP (content, Input, Process and Product)  karena menurut penulis sendiri model evaluasi ini penulis pandang lebih luas namun tetap sederhana dan jelas aspek-aspek yang dievaluasinya, sehingga hasil evaluas secara keseluruhannya pun dapat memberikan gambaran yang lebih gamblang tentang suatu kurikulum yang sedang dievaluasi, namun tentunya penulis tidak menampik bahwa model tersebut akan lebih baik lagi jika diintegrasikan dengan model-model evaluasi kurikulum yang lainnya, seperti model provus yang jauh lebih spesifik dan model taksonomi yang lebih ditujukan untuk mengevaluasi pembelajaran

Dari pendapat tersebut, evaluasi dalam konteks pengembangan kurikulum jelas merupakan hal yang perlu mendapat perhatian yang lebih dikarenakan evaluasi sendiri berhubungan dengan nilai dari suatu kurikulum, memberikan deskripsi analisis mengenai kekurangan dan keberhasilan dari suatu kurikulum yang merupakan jalan untuk melakukan perbaikan untuk menyempurnakan kurikulum yang ada. Penanganan yang serius dari para evaluator dan koordinasinya dengan para praktisi pendidikan sampai ke peserta didik pun mutlak dibutuhkan karena evaluasi kurikulum sendiri merupakan hal yang sangat luas cakupannya sehingga banyak pihak yang terlibat yang harus memaknai akan pentingnya evaluasi kurikulum, sehingga evaluasi yang dilakukan bisa meningkatkan aspek validitas (kesahihan), reliabilitas (keterandalan), signifikansi (keterpercayaan), dan objektifitas yang berujung pada proses penyempurnaan kurikulum yang baik dan tujuan pendidikan sendiri bisa tercapai.

Referensi :

Buku:

Tim Dosen Pengembang Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: FIP.

Internet:

Hasan, Said Hamid, Prof. Dr. (2010). Evaluasi Pengembangan KTSP Suatu Kajian Konseptual. Online [Tersedia : http://hipkin.or.id/evaluasi-pengembangan-ktsp-suatu-kajian-konseptual/ (3 Maret 2013)]

Toha, Muhamad. (2010). Model-model Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia: http://tohacenter.blogspot.com/2010/10/model-model-monitoring-dan-evaluasi.html (3 Maret 2013)]

Yafrianti, Fitri. (2012). Evaluasi Pendidikan: Evaluasi Pengembangan Kurikulum. Online [Tersedia : http://sakura-ilmi.blogspot.com/2012/03/evaluasi-pendidikan-evaluasi.html  (3 Maret 2013)]

About M.I.M

Man... he's wanna be the #1.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hi.Story of My Life

Bahagia itu sederhana

Alyyanet's Blog

Only Read Unique Story

agamajinasi

mencoba terbang meski terikat

poetryblogofmine

A topnotch WordPress.com site

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

ISLAND IN THE SUN!

survival and catching dreams!

Alfira Fitrananda

to infinity and beyond

The notes of life :)

I have an idea about what I'm doing!

Viracanya's e-diary

Bontang. Groningen. Bandung. Jakarta. Den Haag.

KutuBacaBuku

aku adalah seekor kutu tanpa kacamata

ilma ilmi apriliani

The Twins Blog

Readers Cafe

Culture, Life, Languages, Travel and much more!

a creation by a jundullah

Ilmu yang Bermanfaat, Salah Satu Amal yang Tidak akan Pernah Terputus

%d bloggers like this: